Minggu, 07 Januari 2018

Pembatas

Kadang membeli sebuah buku/novel, pas udah buka plastik eh udah dibolak balik halamannya satu satu sampe akhir, gue kesel. Gue ga menemukan sebuah benda terpenting bagi para pecinta buku,

Ya pembatas buku.

I'm not a person who like folded page in a book. Kalo gue lipat lipat aja gitu halaman tuh buku untuk menandai terakhir gue baca halaman berapa, ya sayang ujung kertasnya rusak, nanti kalo keseringan gini buku gue jadi rusak, ya pasti gue yakin beberapa dari kalian gak suka atau malah benci banget buat ngelakuin aktifitas hina ini.

Pengalaman ngelipat halaman buku buat jadi pembatas tentu aja gue pernah, itu tuh buku cetak sekolah, yang kalo nandain pr/tugas tinggal lipet aja, atau malah dicoret coret. Ya gue mikir kan buku yang punya perpustakaan sekolah, gapapa. Namun gue mau berhenti buat begituan, toh nantinya gue mau buat perpustakaan pribadi, nanti juga ada yang minjem buku, ngelakuin hal yang sama dengan apa yang gue lakuin dulu, jadinya karma.

Tentang pembatas buku, emang sih gue masih belum paham dalam sistem nerbitin buku, berapa biaya yang diperlukan sebuah penerbitan untuk menerbitkan sebuah buku, lalu berapa biaya buat membuat pembatas buku yang ukurannya hanya kecil. Itu semua masih gue belum pahami. Namun, ya gimana lagi kita sebagai pembaca hanya bisa menerima semuanya, pergi ke toko buku, ambil, bayar, lalu baca.

Banyak juga, ada beberapa buku yang pernah gue beli, didalemnya termuat satu benda kecil nan penting ini. Setiap kali abis buka plastik buku, buka halamannya, yang gue cari emang pembatas buku. Kalo gaada gue hanya bisa selo dan menghelas napas.

"Yah gaada pembatasnya, huala" (dalem ati)

Tapi selain dari pembatas buku pemberian penerbit, kadang ada banyak benda yang bisa dijadikan pembatas, ada banyaaak sekali.

Mau contohnya?

Hanger pakaian, bon laundry, pensil, kabel usb, sisir, juga bisa. Barang barang harian yang kadang anti mainstream juga sebagai pembatas. Iseng aja, ada benda yang deket sama gue, gue comot dan selipin di halaman buku. Simply pembatas buku ye.

Namun, pembatas buku pemberian DemaBuku ini keren juga sih,


Diselipi kutipan dari Pramoedya Ananta Toer, terima kasih dema buku. 
Share:

3 komentar:

  1. Wqwq, saya juga dulu pas sekolah mah sering banget di-stabilo, dicoret, dilipat. Begitu kuliah dan betul-betul doyan baca, saya ubah kebiasaan itu. Kalau mau nandain bacanya terakhir sampai mana, pakai pembatas buku. Terus untuk bagian-bagian bagus, saya pakai sticky notes.

    Yap, DemaBuku selalu memberikan pembatas buku tiap belanja di situ. Meskipun saya cuma beli satu buku. Keren deh~

    BalasHapus
  2. Waw enggak cuma berguna sebagai pembatas buku, tapi juga bisa memberi kesadaran kalo hidup perlu punya rasa berani biar ada harganya. Boleh tuh pembatas hehehe

    willynana.blogspot.com

    BalasHapus
  3. HASHTAG OPTION merupakan platform trading Online berbasis di Indonesia.
    Hanya dengan Deposit 50.000 anda bisa bermain trading.
    PILIHAN TRADER #1
    - Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
    - Sistem Edukasi Professional
    - Trading di peralatan apa pun
    - Ada banyak alat analisis
    - Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
    - Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT

    Jika anda bingung mencari broker, anda bisa bergabung bersama kami
    Dengan modal kecil anda bisa berinvestasi dengan keuntungan hingga 80%

    Bersama Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.

    Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
    Bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......

    BalasHapus

Komentar disini mah gak banyak aturannya, setelah baca kasih komentar ya. Supaya gue lebih semangat lagi buat nulis! Hehe

-Muhammad Afif