Langsung ke konten utama

Postingan

BBRI, Bank BUMN yang Menjadi Saham Pertama Saya

Gambar: Pexels Di usia 19 tahun pada 2019, alhamdulillah saya sangat bersyukur karena telah memulai untuk berinvestasi di saham. Bagaimana saya menyisihkan uang untuk di investasikan? Saya menyisihkan sedikit dari uang jajan yang diberikan orang tua, lalu saya masukkan ke dalam rekening dana investor, rekening khusus untuk bertransaksi di saham. Selain itu, saya juga mencoba untuk menjadi reseller dan hasil dari sedikit keuntungan saya sisihkan juga untuk saham. Awal mula kenal dengan investasi saham ini karena saya melihat di explore instagram, ada satu akun yaitu @ngertisaham membuat sebuah postingan tentang investasi saham. Dikarenakan ada salah satu dari following atau followers saya yang sudah follow akun tersebut, jadilah muncul juga di explore saya. Sebelum karena akun @ngertisaham ini, saya pun dulu kerapkali mendengar kata saham. Tapi saya belum merasa tertarik sedikit pun. Setelah melihat-lihat akunnya, baca-baca sedikit informasi disana, saya merasa tertarik. Kare
Postingan terbaru

Gumuk Pasir Parangkusumo

Berkat sebuah postingan akun wisata Jogja dan beberapa teman instagramers, membuat ku excited untuk pergi ke Gumuk Pasir Parangkusumo. Terlebih saat postingan yang aku screenshoot telah lama berdiam diri di gallery ponsel, membuat ku sangat excited untuk dolan kesana. Beberapa hari yang lalu akhirnya aku menuntaskan keinginan saya untuk ke Gumuk Pasir. Yayy! Anak gunung pergi main ke daerah pantai. Ya, memang setelah aku berstatus sebagai mahasiswa UII yang lokasinya dekat dengan gunung Merapi, dan lokasi Gumuk Pasir yang jelas sangat berdekatan dengan pantai Parangtritis. Dari Kaliurang sendiri untuk mencapai Gumuk Pasir yang ada di Bantul menurut google maps sekitaran satu jam lebih, itu baru perkiraan, belum lagi melihat kondisi jalanan nanti yang sesungguhnya, bisa saja lebih dari itu. Kalo dari saya sih lebih baik jika ingin bepergian kemana pun, harus pergi satu jam lebih awal dari rencana keberangkatan. Biar tidak kejebak macet dan di jalanan pun bisa santai. Untuk masuk ke

College and Yogyakarta

Lama tak bersua teman-teman blogger semua, teman-teman yang sering mampir ke blog ini teman-teman Blogger Energy teman-teman seperjuangan SMA teman-teman yang sering nitipin iklannya di komen Apakabar kalian semua? Semoga baik-baik saja ya Alhamdulillah status ku sekarang telah berubah menjadi salah satu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta setelah segala lika-liku siswa sma tingkat akhir. Akhirnya aku merantau sebagai mahasiswa, ya, begitulah akhirnya Jogja menjadi rumah kedua ku saat ini.  Maaf tidak bisa menjelaskan lebih detail tentang ospek yang bisa dikatakan sudah lewat sebulan yang lalu. Dari rangkaian ospek universitas, fakultas, dan kini aku telah duduk di bangku perkuliahan. Hari kamis ini lagi tidak ada kelas, sedang menulis tulisan ini yang diriku saja belum mandi. Astaga. Aku diterima di Universitas Islam Indonesia, Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya, jurusan Ilmu Komunikasi. Aku membelot, yang dulunya ingin masuk Sastra Inggris namun k

Jarum Suntik

Sebelumnya hari sabtu, gue enggak ingat lagi, kira-kira dua atau tiga hari sebelum hari sabtu, gue dan teman sekelas ditugaskan guru bahasa indonesia untuk mencari sebuah cerpen dan dan dijadikan tugas resensi. Bebas mau nyari di koran, majalah, di jemuran kain maupun dibawah tempat tidur. Gue inget kalo dirumah, dulunya, almarhum ayah langganan koran setiap harinya. Jadi bisa dipastikan koran dalam satu minggu itu bisa numpuk. Ada satu spot di ujung ruang tamu tempat peletakan koran-koran yang telah disusun rapi. Namun setelah pindahan rumah, mungkin sudah digunakan untuk berbagai keperluan dan bisa jadi letak nya udah kemana. Jadi gue gak bisa nyari tugas kali ini. Ya gue berleha-leha dulu, berpikiran kalo temen gue juga banyak yang enggak bawa koran keesokan harinya. Hari itu hari Sabtu, beberapa menit setelah jam penjas selesai, dan baju olahraga gue sedikit mengeluarkan bau yang enggak mengenakkan, basah karna keringat. Kebetulan kelas gue dapet jatah jam olahraga di sekitara

Demam Mobile Legends di Kelas

An enemy has been slain... Kira-kira kalimat itulah yang sering gue dengerin dikelas. Banyak dari temen di sekolah, dan lebih terkhususnya teman sekelas gue, terkena sindrom candu Mobile Legend, alias yang biasa diapanggil ML. Udah kayak orang aja. Dan perhatian, bukan juga making love ya. Dimana-mana, mau yang tua maupun yang muda, banyak yang terserang candu main Mobile Legend ini. Kalo gue soal game ini, bisa dikatakan telat buat tahu serunya game ini. Secara gue gak terlalu suka game bergenre mmorpg ini. Ya contohin aja sama game Dota2, orang udah koar-koar tentang game itu, tapi ya gue slow-slow aja. Enggak terlalu minat. Jujur, gue lebih berminat ke game open world gitu, dan suka game genre simulation juga kayak GTA, terus The Sims gitu. Gue udah pernah nyoba main sih Dota2, tapi enggak sampe 2 jam gue bosan dan merasa gak asik gitu, mungkin apa gue enggak ngerti mainnya, hmm ya bisa aja. Berkat game mobile legend ini, orang-orang jadi suka memiringkan hapenya. Hal ini j

Sebuah Catatan Akhir SMA

Mungkin ini adalah tulisan terpanjang yang pernah gue buat, jadi nikmati ya. Akhir-akhir ini waktu yang disediakan 24 jam lamanya dalam sehari tampaknya terasa sedikit bagi siswa kelas 12, tingkat akhir. Akibatnya, dengan jatah waktu yang 24 jam yang menurut gue singkat susah buat membagi waktu antara belajar dan hal diluar belajar. Mulai dari tugas-tugas, try out bertingkat, percobaan UNBK, dan ujian ujian berikutnya. Belum lagi ditambah dengan belajar tambahan di sore hari. Waktu terasa singkat dari pagi hingga malam pun datang lagi, itu terasa sangat singkat. Sebuah suasana yang akan dirasakan oleh setiap anak kelas 12 akhir. Tahunnya akademis, ya tahun 2018 ini memang tahunnya akademis. Ujian, ujian, tes, dan tes. Semua siswa terus berlatih dan berusaha untuk melakukan hal terbaik dimilikinya, untuk menempuh masing-masing ujian akhir. Tak terkecuali gue. Maka untuk itu, gue berpikiran untuk mengumpulkan cerita, pengalaman, dan hal-hal yang terjadi di masa putih abu-abu d

5 Lagu Fiersa Besari Yang Harus Kamu Dengerin

Berawal dari instagram gue yang banyak nge follow akun-akun toko buku, quotes, komunitas buku, dan akun sejenis, sering gue melihat dan mendapati penulis penulis beken macam Pramoedya Ananta Toer, Ahmad Fuadi, Dee Lestari, Tere Liye, Eka Kurniawan, dan masih banyak lagi. Ternyata baca kutipan kutipan itu membuat kita mengetahui penulis yang tidak kenal sebelumnya. Ya nambah nambah pengetahuan tentang penulis indonesia lah, biar entar ditanyain sama orang gue bisa menjawabnya. Biar dikira bookworm garis keras gitu. Padahal mah belum seberapa. Terus terus, gue bertemu dengan salah satu kutipan yang gue baca di instagram itu, perihal kutipannya yang mana gue lupa. Dia adalah orang yang menulis buku Konspirasi Alam Semesta. Awalnya sih enggak baca, namun sekilas liat terus skip. Lama kelamaan di tab explore instagram gue banyak memuat kutipan dari penulis yang satu ini, ternyata dia juga menulis buku Garis Waktu. Tiba pada waktu itu, gue ketemu lagi dan membaca kutipannya, dan gue mikir